Minggu, 04 April 2010

blog-indonesia.com

Rabu, 30 Desember 2009

Pengetahuan

Postur Tubuh Tegak bisa membuat Pikiran Jernih

posisi duduk yang tegak di bangku tidak hanya membuat postur tubuh menjadi bagus saja, tapi hal ini juga bisa memberikan kepercayaan lebih dalam pikiran seseorang. para Peneliti menemukan bahwa orang yang sering duduk dengan posisi tegak lebih percaya mengenai apa yang ditulisnya serta merasa yakin bahwa dirinya memang memenuhi kualifikasi. Sedangkan jika posisi duduknya membungkuk, cenderung kurang percaya untuk menerima perasaannya mengenai kemampuan dirinya sendiri. "Hasil penelitian menunjukkan bagaimana postur tubuh tidak hanya mempengaruhi pikiran kita tapi juga bagaimana kita berpikir mengenai diri sendiri," ujar Richard Petty seorang profesor psikologi dari Ohio State University, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Selasa (13/10/2009). Petty menambahkan bahwa rata-rata orang yang duduk dengan posisi tegak bisa memberikan pengaruh yang baik pada orang lain. Tapi hal lain yang berpengaruh adalah postur tubuh juga bisa mempengaruhi pikiran orang itu sendiri. Penelitian ini melibatkan 71 pelajar dari Ohio State. Partisipan tersebut diharuskan menulis sifat-sifat positif dalam dirinya dengan nilai yang tertinggi dan menulis sifat negatif dengan nilai yang terendah. "Dengan postur tubuh yang tegak akan memberikan kepercayaan lebih dalam pikiran mereka, sedangkan siswa yang duduknya membungkuk akan menjadi kurang percaya diri dan tidak yakin dengan pikirannya sehingga pemberian peringkatnya tidak banyak berbeda antara sifat yang positif dan negatif," tambah Petty. Dalam sebuah percobaan terpisah, para peneliti mengulangi skenario yang sama dengan kelompok mahasiswa yang berbeda, serta menanyakan mengenai perasaannya selama belajar. Dan didapatkan para peserta tidak pernah melaporkan bahwa dirinya lebih merasa percaya diri dalam posisi tegak lurus daripada membungkuk. Hal ini menunjukkan terkadang orang-orang tidak menyadari bahwa pikirannya dipengaruhi oleh sikap orang tersebut. "Orang berasumsi bahwa kepercayaan diri datang dari pikiran mereka sendiri dan mereka tidak menyadari bahwa postur tubuh juga memiliki dampak terhadap seberapa banyak orang percaya dengan pikirannya tersebut," ungkapnya. Maka jika Anda merasa tidak yakin dengan kemampuan Anda sendiri, cobalah untuk melatih duduk dengan posisi yang tegak karena secara tidak langsung Anda juga bisa melatih kepercayaan diri sendiri. bisa di coba yaa.. la cuma tegak tegak ajah.. sumber : http://health.detik.com
Selengkapnya...

Kamis, 03 Desember 2009

TENTANG ILmu KOmputer

Ilmu komputer

(bahasa Inggris: Computer Science), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang.

Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).

Catatan tentang istilah 'Informatika' dan 'Ilmu komputer'

Dalam bahasa Indonesia, istilah Informatika diturunkan dari bahasa Perancis informatique, yang dalam bahasa Jerman disebut Informatik. Sebenarnya, kata ini identik dengan istilah computer science di Amerika Serikat dan computing science di Inggris. Namun, istilah informatics dalam bahasa Inggris memiliki makna yang sedikit berbeda, yaitu lebih menekankan pada aspek pengolahan informasi secara sistematis dan rasional.

Jumat, 27 November 2009





Misteri Kafan Yesus, Tubuh Dalam Kafan Itu Melayang


Kamis, 19 November 2009 | 17:32 WIB
TURIN, KOMPAS.com — Kain kafan dari Turin (shroud of Turin) telah lama menjadi kajian para ahli yang ingin mengungkap rahasianya. Kain kafan ini dipercayai sebagai kafan pembungkus Yesus setelah disalibkan.

Ilmuwan kini mengungkap bahwa tubuh yang diselubungi kafan itu tidak tergolek di atas batu, tetapi melayang atau tanpa bobot sehingga menimbulkan bekas pada kafan yang misterius itu.

Dalam DVD yang diberi judul The Fabric of Time, ilmuwan menggunakan teknologi mutakhir yang mampu memunculkan hologram tiga dimensi dari foto kafan itu. Dan hasilnya bisa dikatakan spektakuler.

Mereka menunjukkan gambar pada kafan yang dihasilkan bukan dari tubuh yang tergolek di atas batu, melainkan dari tubuh yang tanpa bobot, barangkali melayang di atas tempat peristirahatannya.

Film dokumen itu juga mempertegas pertanyaan sebelumnya mengenai tes karbon untuk mengetahui umur kain kafan itu. Pada penelitian sebelumnya, kain itu ditaksir dibuat di abad pertengahan.

Ahli forensik bersaksi bahwa bekas darah pada sudarium of Oviedo (kain penutup wajah Yesus) sama umurnya dengan kain kafan itu.

Sejarah dari sudarium merujuk pada abad ketujuh di Spanyol. Golongan darah pada kedua kain itu sama, yakni AB. Serbuk sari yang ditemukan pada sudarium juga cocok dengan kafan Turin.

Juni lalu Paus Benedict XVI mengumumkan, kain kafan itu akan dipamerkan pada 19 April hingga 23 Mei tahun 2010 mendatang. Menurut Vatican, Paus sendiri akan mengunjungi pameran itu pada 2 Mei 2010.

Sebelumnya ilmuwan Italia mengatakan, kain kafan Turin yang diklaim sebagai kain bekas pemakaman Yesus merupakan hasil rekayasa abad pertengahan berdasarkan hasil sejumlah eksperimen terhadap kain linen tersebut.

Disebutkan, kain yang panjangnya 14 kaki 4 inci (sekitar 4 meter) kali 3 kaki 7 inci itu memiliki bekas wajah seperti hasil negatif fotografik yang disebut-sebut wajah Yesus.

“Kami sudah menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk mereproduksi sesuatu yang memiliki karakteristik yang sama pada kain tersebut,” ujar Luigi Garlaschelli, profesor kimia di University of Pavia, yang memaparkan hasil eksperimennya melalui sebuah konferensi paranormal di utara Italia.

Kain Turin tersebut menunjukkan pada bagian belakang dan depan terdapat wajah seorang pria berjanggut dengan rambut panjang, kedua tangannya disilangkan di dada. Sementara di seluruh kainnya terdapat bercak darah di pergelangan tangan kaki dan sisi badan.

Dari uji coba penanggalan karbon yang dilakukan di sejumlah laboratorium di Oxford, Zurich, dan Arizona pada 1988 menimbulkan sensasi, kain tersebut terbuat antara tahun 1260 hingga 1390.

Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa kain kafan Turin adalah hoax yang sengaja dibuat untuk tujuan bisnis wisatawan dan kunjungan ziarah.

Namun, para ilmuwan lantas kehilangan petunjuk bagaimana kain tersebut dibuat. Kemudian para ilmuwan menempatkan selembar kain linen di atas tubuh seorang relawan dan kemudian mengusapnya dengan pigmen yang berisikan zat asam. Topeng digunakan untuk menutupi wajah si relawan.

Pigmen tersebut secara artifisial mulai dipanasi di oven dan kemudian dicuci, sebuah proses yang mengangkat permukaannya sehingga menghasilkan bekas pada kain tersebut. Kemudian para ilmuwan menambahkan tetesan darah, lubang-lubang bekas bakar untuk mendapatkan efek terakhir. (wnd/rr)
Sent from Indosat BlackBerry powered by


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes